Gerakan Pangan Murah, TMMD Ke -127 TA 2026, Di Serbu Warga

Gerakan Pangan Murah, TMMD Ke -127 TA 2026, Di Serbu Warga

Gerakan Pangan Murah, TMMD

BalaiGadang.com – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, melalui Dinas Perikanan dan Pangan, Kabupaten Pesisir Selatan mendirikan stand gerakan pangan murah, di lokasi pembukaan TMMD Ke -127 TA 2026, di laksanakan dilapangan bola kaki Koto Barapak Bayang, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Selasa 10 Februari 2026.

Dalam gerakan pangan murah kali itu, Dinas Perikanan dan Pangan, Kabupaten Pesisir Selatan menjajakan bebarapa bahan kebutuhan bahan pokok, seperti beras, telur dan minyak goreng. Tentunya dengan harga yang berbeda dengan harga diluar.

Kepala Dinas Perikan dan Pangan Andi Syafinal, mengatakan gerakan pasar murah Dinas Perikanan dan Pangan, Kabupaten Pesisir Selatan, dalam mendukung pelaksanaan TMMD Ke – 127 Tahun 2026, Kodim 0311/ Pessel.

Ia menyanpaikan, gerakan pasar murah kali itu, Dinas Perikanan dan Pangan, Kabupaten Pesisir Selatan dalam rangka stabilisasi harga pasokan menyambut HBKN Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah.

Gerakan Pangan Murah (GPM) adalah program strategis, Badan Pangan Nasional dan pemerintah daerah untuk menstabilkan pasokan dan harga pangan pokok, serta menekan inflasi. GPM menawarkan bahan pokok seperti beras, minyak, gula, dan telur dengan harga di bawah pasar atau sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

” GPM bertujuan membantu masyarakat ekonomi menengah ke bawah mendapatkan akses pangan terjangkau,” tegas Kadis Perikanan dan Pangan Kabupaten Pesisir Selatan.

Sekali lagi, Gerakan Pangan Murah (GPM) adalah bertujuan untuk memastikan ketersediaan dan aksesibilitas pangan yang terjangkau bagi masyarakat. Melalui kerjasama antara pemerintah, produsen pangan.

GPM berupaya menekan harga pangan dasar seperti beras, gula, minyak, bawang merah, bawang putih dan lain-lainnya.
Dengan menyelenggarakan program-program subsidi dan distribusi pangan murah, Gerakan Pangan Murah (GPM ) berperan dalam memitigasi dampak kenaikan harga pangan terutama di kalangan masyarakat ekonomi menengah ke bawah.

” GPM bukan hanya sekadar solusi jangka pendek, tetapi juga berfokus pada pembangunan sistem pangan yang berkelanjutan dan inklusif. Dengan demikian, gerakan ini tidak hanya memberikan bantuan langsung kepada masyarakat, tetapi juga menciptakan dasar yang kuat untuk ketahanan pangan yang berkelanjutan di masa depan” pungkasnya. (Kay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *