BalaiGadang.com – Suasana sahur di bulan Ramadhan yang semestinya khidmat terusik oleh ulah sekelompok remaja di Kecamatan Batang Kapas. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Pesisir Selatan bergerak cepat mengamankan empat pelajar yang kedapatan melakukan balap liar dan bermain petasan saat waktu Subuh, Minggu (22/2).
Operasi cipta kondisi yang digelar sejak pukul 05.10 WIB itu berhasil membubarkan aksi kumpulan muda-mudi yang meresahkan warga. Petugas menemukan sekelompok pelajar tengah asyik melakukan balap liar diselingi permainan petasan di wilayah Batang Kapas, tepat saat umat Muslim hendak melaksanakan ibadah shalat Subuh.
“Kami tidak mentoleransi segala bentuk gangguan ketertiban, apalagi di bulan suci Ramadhan. Suara knalpot brong dan petasan jelas mengganggu kekhusyukan ibadah masyarakat,” tegas Plh. Kasat Pol PP dan Damkar Kabupaten Pesisir Selatan, Dongki Agung Pribumi, S.STP., M.M.
Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan barang bukti satu unit sepeda motor Honda Beat tanpa dilengkapi spesifikasi standar atau menggunakan knalpot brong/racing. Kendaraan tersebut diketahui milik Tio Alfarizi (16), warga Pasar Kuok, IV Koto Hilie. Motor tersebut langsung diserahkan kepada pihak Polsek Batang Kapas untuk proses lebih lanjut.
Selain Tio, petugas juga menjaring tiga pelajar putri yang turut dalam rombongan tersebut, yakni Mutiara Savira (15), Kasih (14), dan Faresa Alpasih (16). Ketiganya tercatat sebagai warga Kenagarian IV Koto Mudiek, Kecamatan Batang Kapas.
Keempat pelajar tersebut kemudian dibawa ke Kantor Camat Batang Kapas untuk menjalani pembinaan. Dalam kesempatan itu, petugas memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga ketertiban umum, bahaya balap liar bagi keselamatan jiwa, serta risiko kebakaran dari permainan petasan.
“Kita panggil orang tuanya, kita berikan pembinaan, dan mereka kita pulangkan setelah membuat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya. Kita juga sudah koordinasi dengan pihak Nagari untuk melakukan pengawasan lebih ketat,” kata Dongki.
Orang tua para pelajar yang datang menjemput mengaku bersyukur anaknya diamankan sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Mereka berterima kasih kepada petugas dan berjanji akan lebih mengawasi putra-putrinya, terutama di waktu-waktu rawan seperti menjelang Subuh.
Seluruh rangkaian kegiatan penertiban berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Satpol PP Pesisir Selatan memastikan patroli serupa akan terus digencarkan selama bulan Ramadhan sebagai wujud kehadiran negara dalam menjaga ketentraman masyarakat dan ketertiban umum di Kabupaten Pesisir Selatan. (Kay)
